Thursday, 18 December 2014

Perbedaan Otot Polos, Otot Lurik dan Otot Jantung

Otot diartikan sebagai jaringan yang ada pada tubuh manusia dengan fungsi utama sebagai medium penggerak baik itu melalui perintah alam sadar manusia maupun hasil reaksi spontan di luar kendali manusia.
Jaringan Otot Polos

Otot polos

Secara sederhana, otot polos diartikan sebagai jaringan yang dibentuk oleh sel-sel otot dan menyerupai gelondong dimana bagian ujungnya cenderung runcing. Otot polos ini memiliki fibril atau serabut yang cenderung homogen. Karena itu, jika seseorang mengamatinya dengan menggunakan mikroskop maka ia akan menjumpai otot tersebut nampak polos tanpa garis-garis atau pola. Hal ini yang menjadikan kata “polos” mengekor pada jenis otot yang satu ini. 

Ciri-ciri Otot Polos
a.  Berbentuk gelondong dengan dua ujung yang meruncing dan tepat pada bagian tengah cenderung menggelembung.
b.     Inti selnya hanya satu.
c.      Durasi kontraksi otot polos antara 3 sampai 180 detik.
d.    Polos sebab tidak memiliki garis-garis yang melintang sama seperti yang dijumpai pada otot lurik.
e.    Otot polos ini bereaksi di luar kesadaran atau control manusia sebab ia diluar perintah otak. Oleh seba itu, otot polos kadang disebut juga sebagai otot tak sadar.
f.   Biasanya dijumpai pada bagian usus, saluran peredaran darah, otot pada saluran kemih, pembuluh darah dan lain-lainnya.
g.      Otot polos melakukan kontraksi dengan reflex sebab ia berada di bawah saraf yang otonom.
h.      Reaksi otot polos ini lambat jika dibandingkan dengan otot lurik dan tidak mudah lelah meski ia bekerja secara terus menerus.
Fisiologi Otot Polos
Otot polos mempunyai struktur yang lebih kecil dari otot rangka dan tidak ada gambaran striata. RS tidak berkembang dengan baik seperti otot rangka. Juga terdapat aktin, myosin dan tropomiosin tetapi tidak terdapat troponin. Otot polos juga mengandung sedikit mitokondria dan ini tergantung dari aktivitas metabolismenya.
Jenis otot polos
1.      Otot polos unit ganda (multi unit)
Terdiri atas serabut otot polos yang berbeda-beda dan setiap serabut otot bekerja sendiri-sendiri tanpa tergantung dengan serabut otot lainnya. Karakteristik yang terpenting dari otot polos ini adalah setiap serabut otot berkontraksi tidak tergantung pada serabut otot lainnya. Juga jarang menimbulkan kontraksi yang spontan. Contoh otot ini adalah otot polos siliaris mata, otot piloerektor yang menyebabkan berdirinya rambut akibat rangsang simpatis.
2.      Otot polos unit tunggal (single unit)
Terdiri dari ratusan sampai jutaan serabut yang berkontraksi secara keseluruhan sebagai suatu kesatuan. Serabut ototnya berkumpul membentuk satu kesatuan dan membrane selnya melekat satu sama lain pada beberapa tempat sehingga eksitasi pada satu serabut dengan mudah disebarkan ke serabut lainnya. Otot polos ini terutama  yang menyusun dinding organ dalam seperti usus, lambung, saluran empedu, ureter, uterus dan pembuluh darah. Otot ini juga biasa disebut otot viseralis.

Jaringan Otot Lurik
Nama lainnya adalah jaringan otot kerangka karena sebagian besar jenis otot ini melekat pada kerangka tubule atau pada bisep dan trisep. Dinamakan otot lurik karena bila dilihat di bawah mikroskop tampak adanya garis gelap dan terang berselang-seling melintang di sepanjang serabut otot. Oleh sebab itu nama lain dari otot lurik adalah otot bergaris melintang.
Otot lurik mempunyai serabut kontraktil yang memantulkan cahaya berselang-seling gelap (anisotrop) dan terang (isotrop). Sel atau serabut otot lurik berbentuk silindris atau serabut panjang. Setiap sel mempunyai banyak inti dan terletak di bagian tepi sarkoplasma.

Ciri-ciri Otot Lurik
  • Protoplasma mempunyai garis-garis melintang / myofibril heterogen
  • Myofibril berupa serabut ada yang kasar ada yang halus sehingga terkesan terlihat gelap dan terang (lurik)
  • Pada umumnya otot ini melekat pada kerangka sehingga disebut juga otot kerangka.
  • Otot ini dapat bergerak menurut kemauan kita (otot sadar)
  • Pergerakannya cepat tetapi lekas lelah
  • Rangsangan dialirkan melalui saraf motoris.
  • Inti sel jumlahnya banyak dan berada di tepi

Jaringan Otot Jantung/ Miokardium

Secara fisiologi, jantung adalah salah satu organ tubuh yang paling vital fungsinya dibandingkan dengan organ tubuh vital lainnya. Dengan kata lain, apabila fungsi jantung mengalami gangguan maka besar pengaruhnya terhadap organ-organ tubuh lainnya terutama ginjal dan otak. Karena fungsi jantung sebagai single pompa yang memompakan darah ke seluruh tubuh untuk kepentingan metabolisme sel-sel demi kelangsungan hidup.
Setiap sel otot jantung mempunyai satu atau dua inti yang terletak di tengah sarkoplasma. Ciri khas otot jantung adalah mempunyai diskus interkalaris, yaitu pertemuan dua sel yang tampak gelap jika dilihat dengan mikroskop.

Ciri-ciri Otot Jantung
a.       Bentuknya menyerupai otot serat lintang
b.      Di dalam sel protoplsmanya terdapat serabut-serabut melintang yang bercabang-cabang
c.       Fungsinya seperti otot polos, dapat bergerak sendiri secara otomatis
d.      Mendapat rangsangan dari susunan otonom.
e.       Otot semacam ini hanya terdapat pada jantung yang mempunyai fungsi tersendiri.
f.       Otot Lurik Sebagian besar otot tubuh ini melekat pada kerangka,
g.      Dapat bergerak secara aktif sehingga dapat menggerakkan bagian-bagian kerangka dalam suatu letak yang tertentu.
h.      Jadi Otot kerangka merupakan sebuah alat yang menguasai gerak aktif dan memelihara sikap tubuh.
i.        Dalam keadaan istriahat, keadaannya tidak kendur sama sekali, tetapi mempunyai ketegangan sedikit yang disebut tonus.

Pengertian Ovipar, Vivipar dan Ovovivipar

 Ovipar, Vivipar dan Ovovivipar. Selamat pagi kawan-kawanku. Tetap semangat belajar yah. Rajin membaca karena dengan membaca akan membuat kita kaya akan pengetahuan. Nah teman pada kesempatan ini saya akan berbagi mengenai Ovipar, Vivipar dan Ovovivipar. Apa sih yang di maksud dengan Ovipar, Vivipar dan Ovovivipar. Yuk kita pelajari!

Ovipar, Vivipar dan Ovovivipar

A. Ovipar, yaitu perkembanganbiakan dengan cara bertelur. embrio hewan ini berkembang didalam telur dengan memanfaatkan cadangan makanan yang ada di dalam telur, sedangkan telur berada di luar tubuh induknya. agar menetas, telur biasanya dierami. 
Contoh hewan ovipar adalah ikan, amfibi, dan burung.

1. Unggas (bangsa burung)
Ayam, bebek, dan merpati termasuk unggas yang berkembang biak dengan cara bertelur. Pernahkah kamu melihat ayam atau burung yang mengerami telurnya? Hewan-hewan tersebut mengerami telurnya hingga menetas. Ayam dan burung mengerami telurnya sekitar 21 hari. Perkembangbiakan ini terjadi karena pembuahan di dalam tubuh.

2. Ikan dan Amfibi
Tidak seperti unggas, kelompok ikan dan amfibi tidak mengerami telurnya hingga menetas. Telur-telur tersebut akan menetas sendiri. Pembuahan pada ikan dan amfibi terjadi di luar tubuh. Saat bertelur, ikan betina akan mencari perhatian ikan jantan.

Selanjutnya, akan mengikuti gerakannya. Setelah ikan betina bertelur, ikan jantan akan mengeluarkan sperma. Selanjutnya, pembuahan terjadi di air. Ada juga beberapa jenis ikan dan amfibi yang memelihara telurnya. Telur kodok betina dikeluarkan dari bagian bawah tubuhnya. Sementara punggungnya dipegangi oleh kaki belakang, kodok jantan. Ikan mujair memelihara telur-telurnya di dalam mulut. Penyu juga berkembang biak dengan cara bertelur. Akan tetapi, penyu tidak mengerami telurnya. Akan tetapi, ditimbun di tempat tertentu hingga telur menetas.

B. Vivipar, yaitu perkembanganbiakan dengan cara melahirkan. embrio ini berkembang di dalam tubuh iduknya dan mendapatkan makanan dari tubuh induknya melalui plasenta. setelah embrio atau anak hewan ini cukup umur akan dikeluarkan dari tubuh induknya atau dilahirkan. 
Contoh hewan vivipar adalah mamalia, misalnya kambing, kucing, kuda , kelinci, paus, dan lumba-lumba.

C. Ovovivipar, yaitu perkembanganbiakan hewan dengan cara bertelur beranak. embrio hewan ini berkembang di dalam telur yang masih berada di dalam tubuh induknya. setelah cukup umur, anak hewan menetas dan keluar dari tubuh induknya sehingga tampak seperti melahirkan. 
Contoh hewan ovovivipar adalah, hiu, ular boa, dan kadal.

Demikian penjelasan mengenai Ovipar, Vivipar dan Ovovivipar. Semoga bermanfaat :)

Perpindahan Kalor

Perpindahan Kalor (Konduksi, Konveksi, dan Radiasi) Pernahkah kalian menanak nasi? Menurut pendapatmu, peristiwa apa yang menyebabkan beras yang bertekstur keras dapat berubah menjadi nasi yang lunakdan lembut? Tentu hal ini terjadi karena adanya perpindahan kalor dari  api kompor ke beras dan air yang berada dalam wadah pemasak itu. Bagaimanakah cara kalor berpindah? Ada tiga cara perpindahan kalor, yaitu  konduksi, konveksi, dan radiasi.


1. Konduksi  
Proses perpindahan kalor melalui suatu zat tanpa diikuti perpindahan bagian-bagian zat itu disebut konduksi  atau hantaran. Misalnya, salah satu ujung batang besi kita panaskan. Akibatnya, ujung besi yang lain akan terasa panas. 
Coba perhatikan gambar berikut:
Konduksi
Konduksi
Pada batang besi yang dipanaskan, kalor berpindah dari bagian yang panas ke bagian yang dingin. Jadi, syarat terjadinya konduksi kalor pada suatu zat adalah adanya perbedaan suhu. Berdasarkan kemampuan menghantarkan kalor, zat dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu konduktor dan isolator. Konduktor adalah zat yang mudah menghantarkan kalor (penghantar yang baik). Isolator adalah zat yang sulit menghantarkan kalor (penghantar yang buruk).


2. Konveksi

Proses perpindahan kalor melalui suatu zat yang disertai dengan  perpindahan bagian-bagian yang dilaluinya disebut konveksi atau aliran.  Konveksi dapat terjadi pada zat cair dan gas.

a. Konveksi pada Zat Cair

Syarat terjadinya konveksi padaz at cair adalah adanya  pemanasan. Hal ini disebabkan partikel-partikel zat cair ikut berpindah  tempat.

b. Konveksi pada Gas

Konveksi terjadi pula pada gas, misalnya udara.  Seperti halnya pada air, rambatan (aliran) kalor dalam gas (udara)  terjadi dengan cara konveksi. Beberapa peristiwa yang terjadi akibat adanya konveksi udara adalah sebagai berikut.


1) Adanya angin laut. Angin laut terjadi pada siang hari. Pada siang  hari, daratan lebih cepat menjadi panas daripada lautan sehingga  udara di daratan naik dan digantikan oleh udara dari lautan.


2). Adanya angin darat, Angin darat terjadi pada malam hari.  Pada malam hari, daratan lebih cepat menjadi dingin daripada lautan.  Dengan demikian, udara di atas lautan naik dan digantikan oleh udara dari daratan.
angin laut dan angin darat


3) Adanya sirkulasi udara pada ruang kamar di rurnah


4) Adanya cerobong asap pabrik.


3. Radiasi

Proses perpindahan kalor tanpa zat perantara disebut radiasi atau  pancaran. Kalor diradiasikan dalam bentuk gelombang elektromagnetik,  gelombang radio, atau gelombang cahaya. Misalnya, radiasi panas dari api  Apabila kita berdiam di dekat api unggun, kita merasa hangat.  Kemudian, jika kita memasang selembar tirai di antara api dan kita, radiasi  kalor akan lerhalang oleh tirai itu. Dengan demikian, kita dapat mengatakan  bahwa:
Kalor dari api unggun atau matahari dapat dihalangi oleh tabir sehingga kalor tidak dapat merambat.  Ada beberapa benda yang dapat menyerap radiasi kalor atau menghalanginya. Alat yang digunakan untuk mengetahui atau  menyelidiki adanya radiasi disebut termoskop, seperti yang tampak  pada gambar berikut:
termoskop
Dari hasil penyelidikan dengan menggunakan termoskop, kita  dapat mengetahui bahwa:


1) Permukaan yang hitam dan kusam adalah penyerap atau  permancar radiasi kalor yang baik.


2) Permukaan yang putih dan mengkilap adalah penyerap atau  pemancar radiasi yang buiruk.

4. Mencegah Perpindahan Energi Kalor 
Energi kalor dapat dicegah untuk berpindah dengan mengisolasi ruang  tersebut. Misalnya, pada penerapan beberapa peralatan rumah tangga,  seperti termos dan setrika listrik.
a. Termos
Termos
Mengapa permukaan di dalam botol termos mengilap?  Dindinnya berlapis dua  ruang  di antara kedua dinding itu dihampakan. Dengm demikian, zat  cair yang ada di dalamnya tetap  panas untuk waktu yang relatif  lama. Termos dapat mencegah  perpindahan kalor, baik secara  konduksi, konveksi, maupun  radiasi.
b. Setrika Listrik
Setrika Listrik
Mengapa pakaian yang disetrika menjadi halus atau  tidak kusut? Di dalam setrika listrik terdapat filamen dari bahan nikelin yang berbentuk kumparan. Kurnparan nikelin ini ditempatkan  pada dudukan besi. Ketika listrik mengalir, filamen setrika listrik menjadi  panas. Panas ini dikonduksikan pada dudukan besi dan akhirnya dikonduksikan pada pakaian yang disetrika. Dengan demikian, setrika mengkonduksi kalor pada  pakaian yang disetrika.
videonya nih :)